INI SOAL MASA DEPAN


Perempuan berperan penting dalam membangun peradaban. Mengapa demikian? Sebab generasi cerdas akan lahir dari rahim ibu yang cerdas pula.

Ceritanya siang itu adek saya @ikmalaizza sedang pulang dari tanah rantau Semarang wkwk maap lay rantaunya Magelang-Semarang. Setelah turun dari bus dia di jemput oleh Sofii tetangga sebelah hehehhee karna sore itu kami sibuk semua untuk persiapan lebaran akhirnya kami putuskan untuk menyuruh si adek mampir beli sate ayam di depan gang masuk kampung tempat langganan kami biasa beli.

Di tempat jualan sate sebut saja mbak Madura,si adek bertemu dengan bapak-bapak tetangga kami, beliau adalah bapak dari teman sepermainannya di kampung jaman kecil dulu kalo TPA di masjid suka bareng, namanya Siti (nama purak purak). Dan terjadilah percakapan ini

Bapak2 : “Koe ki ndak sek mbien kae mondok neng Muntilan?” (Kamu kah dulu yang nyantri didaerah Muntilan?)

Adek         : “injih pak” (iya pak)

Bapak2 : “Sekarang dimana?”

Adek        : “Di Semarang Pak”

Bapak2 : “Ngapain disana nduk? Kerja po?”

Adek      : “Saya kuliah pak”

Bapak2 : “Ngapain kuliah, kalau anakku si Siti ngga bakal tak kuliahin, ya gatau kalau ketrima, tapi aku gamau ngasih biaya. Kuliah mahal-mahal. Perempuan ngapain sekolah tinggi-tinggi. Ujung-ujungnya juga di dapur, ngurus rumah”

Adek     : (heha hehe doang sambil pengen cepet pulang mau cerita ke mbak Imi katanya)

Ooooo ternyata pun masih ada di dunia nyata dan di depan mata orang yang seperti ini. Meskipun tidak secara langsung melihat kejadian tapi saya yakin si adek ngga akan ngarang cerita.

Sebegitu sempit dan pendeknya pemikiran si Bapak itu, si bapak belum tau bahwa generasi yang cerdas akan lahir dari ibu yang cerdas pula. Saya faham jika ilmu tak hanya di dapat dari bangku kuliah saja, namun kenyataannya saat ini yang saya rasakan adalah betapa banyak ilmu yang saya dapat dari sana. Bahkan mampu mengubah cara pandang saya tentang hidup dan kehidupan.

Mungkin beliau juga  belum memahami bahwasannya ibu adalah Madrasatul ‘Ula bagi anak-anaknya, dan Ayah sebagai kepala sekolahnya. Akan menjadi seperti apa masa depan jika generasi muda lahir dari ibu-ibu yang kurang berilmu?

Kalau saya jadi Siti, mau gimanapun caranya saya tetep mau kuliah. Entah cari beasiswa atau kerja part time dimanapun sambil cari soft skill. Semoga Siti satu pemikiran dengan saya. Soal biaya biar Allah yang atur, karna Allah yang nyuruh kita buat cari ilmu maka Allah juga yang akan mencukupkan. Sing penteng usaha keras!

Pun nanti ketika sudah berkeluarga dan hanya bermuara di dapur saja, saya tetap bahagia. Bukankah itu pekerjaan yang mulia? Hehe memang niat saya begitu setelah menikah dan punya anak fokus saya ada di keluarga. Jika saya punya apotek pun saya tetap akan menyewa apoteker. Jadi ceritanya saya adalah ibu bosnya hahahha Mohon diaminkan :)

Betapa beruntung kalian yang lahir dari keluarga yang sadar akan pendidikan. Bersyukurlah banyak-banyak karna ada beberapa diantara kita lahir dari keluarga yang sama sekali ga mendukung pendidikan lanjut untuk anak-anaknya terutama yang perempuan.

Saya pun banyak bersyukur telah lahir dari keluarga yang meski Babe dan Ibu bukan sarjana, tapi mereka selalu mengusahkan anak-anaknya untuk berpendidikan lebih tinggi dari mereka.

Saat ini harapannya adalah semoga kita selalu di dekatkan dengan orang-orang yang sadar akan pentingnya pendidikan. Jikapun tidak semoga kita mampu mengajak mereka untuk 'open minded' terhadap urusan yang satu ini. Bukannya Allah yang nyuruh kita untuk jangan pernah berhenti belajar dan nyari ilmu? Ilmu Allah sangat luas dan kita harus banget tuh buat ngegali terus.

Semoga kelak beliau yang akan membersamai langkah kita, adalah termasuk orang yang sadar betul akan pentingnya pendidikan tak luput yang paling utama adalah pendidikan agama, supaya tidak hanya dunia yang diraih, tapi juga ilmu menuju kehidupan abadi di akhirar kelak.

Seqian


@ikmalaizza, @kustiwatia dan @silmiizza



Malam takbir Juni 2018
Selamat Lebaran 1439H





Komentar